LOADING

Type to search

ULASAN BANDINGAN DUA PUISI DJUMINTEN: “DANTE” & “GEREJA, MINGGU PAGI DAN SARANG DOA” Perspektif Stilistika, Sintaksis dan Kritik Agama

ULASAN BANDINGAN DUA PUISI DJUMINTEN:
DANTE & GEREJA, MINGGU PAGI DAN SARANG DOA
Perspektif Stilistika, Sintaksis dan Kritik Agama

 

DANTE

lihat burung-burung itu!
hari-hari mewarnai langit
dan mengukir waktu
mengeja lurus lorong yang sempit

serupa anjing hitam dan si pemburu
membaca kecacatan
menciptakan aroma maut
dari segala penjuru

kau lihatlah itu!
matahari mengambang
di atas bumi yang sedang sakit
merajah peristiwa demi peristiwa
menguliti setiap hari
dengan segala yang berwana abu-abu
kau tahu itu, Dante?

bahkan, dalam panas api
tawa itu masih terdengar
menilik surga
dengan kaki menjuntai
dari neraka

istirahatlah, Dante
tutup matamu dengan tenang
bahkan kematian yang kau inginkan
telah bersorak merayakan kemenangan

Dalem Solo, 2023

 

GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA

minggu pagi
gedung-gedung gereja penuh

burung-burung gereja
turut berkicau riang
sambil memungut jerami-jerami doa

ia memilih membangun sarangnya
di atas kepala kita

ya
mereka tidur dan juga bertelur
di sarang doa

sementara
di sebuah negara
minggu pagi adalah dilema
sebab ibadah dan puji-pujian
justru memantik perkara

tetapi
burung-burung gereja di sana
tetap berkicau riang
sambil memungut jerami-jerami doa

sebab gereja
hanyalah tempat belaka

sarang doa adalah
kau dan aku
yang berdoa.

Dalem Solo, 2023

 

___________

Puisi “DANTE” menunjukkan penggunaan Stilistika sebagai berikut:

  1. Imaji dan metafora:

“lihat burung-burung itu!”: Penggunaan imaji burung-burung ini memberikan gambaran tentang kebebasan dan keindahan alam.

“menciptakan aroma maut”: Metafora ini menggambarkan ancaman atau bahaya yang mengintai, memberikan nuansa gelap dan misterius dalam puisi.

hari-hari mewarnai langit”: Menggambarkan keindahan dan perubahan yang terjadi setiap hari.

“mengukir waktu”: Menggambarkan perjalanan waktu sebagai suatu proses yang terukir dan meninggalkan jejak.

“serupa anjing hitam dan si pemburu”: Memberikan perbandingan antara anjing hitam yang menyeramkan dan pemburu yang mengejar, menggambarkan pengaruh negatif atau ancaman yang mengintai.

  1. Personifikasi:

“membaca kecacatan”: Penggunaan personifikasi pada hari-hari mengekspresikan kemampuan untuk melihat dan mengidentifikasi kecacatan, memberikan kesan bahwa ia memiliki pemahaman tentang kekurangan dan kelemahan.

  1. Kontras:

“menilik surga dengan kaki menjuntai dari neraka”: Kontras ini menciptakan perbandingan antara surga dan neraka, menunjukkan perjalanan dan perjuangan Dante.

“bahkan, dalam panas api, tawa itu masih terdengar”: Kontras antara panas api dan suara tawa menunjukkan ketahanan dan keceriaan yang muncul meskipun dalam situasi sulit.

Puisi “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA” menunjukkan penggunaan Stilistika sebagai berikut:

  1. Personifikasi:

“burung-burung gereja… memungut jerami-jerami doa”: Personifikasi ini memberikan atribut manusia pada burung-burung gereja, menunjukkan keaktifan mereka dalam mengumpulkan jerami-jerami doa.

  1. Perbandingan:

“minggu pagi adalah dilema”: Pernyataan ini menggunakan perbandingan untuk menyampaikan bahwa minggu pagi dalam konteks tertentu bisa menjadi situasi yang rumit atau sulit.

  1. Simbolisme:

“sarang doa adalah kau dan aku yang berdoa”: Pernyataan ini menggunakan sarang doa sebagai simbol untuk menyiratkan bahwa doa sebenarnya terjadi melalui individu yang berdoa, bukan hanya terkait dengan tempat ibadah.

Sintaksis dalam Puisi “DANTE”: 

Secara sintaksis, puisi “DANTE” menggunakan kalimat-kalimat pendek dan deskriptif dengan struktur yang relatif sederhana. Frasa-frasa pendek dipisahkan oleh tanda baca seperti titik, koma, dan tanda seru, memberikan kesan pernyataan yang tegas dan terpisah satu sama lain. Dalam puisi ini, terdapat pengulangan frase “lihatlah itu” dan kata “Dante” yang memberikan kesan pemanggilan atau penekanan terhadap objek atau subjek yang dibicarakan.

Konsekuensi semantis dari penggunaan sintaksis ini adalah memberikan kesan langsung dan kuat pada pembaca. Pemilihan kata-kata yang sederhana dan struktur kalimat yang langsung mengarahkan pembaca untuk merenungkan makna dan pesan dalam puisi tersebut. Misalnya, penggunaan kalimat pendek seperti “matahari mengambang” dan “istirahatlah, Dante” memberikan kesan yang tegas dan lugas terhadap pemahaman dan penafsiran puisi.

Sintaksis dalam puisi “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA”

 Dalam puisi “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA”, sintaksis yang digunakan juga sederhana dan lugas namun lebih naratif dibanding puisi “DANTE” yang lebih ekspresif dan instruktif atau secara eksplisit mengandung ajakan berdialog. Puisi “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA” terdiri dari kalimat-kalimat yang bertendensi membangun gambaran sekuensial tentang peristiwa atau situasi yang terjadi pada minggu pagi di gereja. Struktur sintaksisnya memberikan urutan yang jelas dan menggambarkan hubungan kausal antara peristiwa-peristiwa yang dijelaskan.

Konsekuensi semantis dari penggunaan sintaksis ini adalah menyampaikan pesan dengan cara yang lebih bergerak dan hidup. Misalnya, dalam kalimat “burung-burung gereja turut berkicau riang sambil memungut jerami-jerami doa” terlihat penggunaan kalimat yang seakan-akan menarik pembaca membayangkan sebuah peristiwa dan bukan hanya sebuah gambaran belaka, yang itu, adalah peristiwa aktif burung-burung gereja dengan tujuan mereka dalam mengumpulkan jerami-jerami doa.

Aspek Kritik Agama dalam puisi “DANTE” dan “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA”

Puisi “DANTE” menggambarkan gambaran tentang kehidupan dan kematian, serta menghadirkan gambaran tentang neraka dan surga. Dalam puisi ini, ada sentuhan kritis terhadap kondisi manusia yang hidup dalam kecacatan dan menciptakan aroma maut dari segala penjuru. Puisi ini menunjukkan keinginan untuk istirahat dari penderitaan dunia melalui kematian, yang dilihat sebagai kemenangan dan pelarian dari kenyataan yang pahit. Kritik agama dalam puisi ini dapat dilihat dalam pemaknaan surga dan neraka, di mana tawa masih terdengar dalam panas api dan surga dipandang dengan kaki menjuntai dari neraka. Hal ini mungkin menggambarkan pandangan skeptis atau penuh ironi terhadap konsep tradisional tentang kehidupan setelah mati.

Sedangkan puisi “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA” menggambarkan suasana gereja pada hari Minggu pagi dan mencerminkan kehidupan keagamaan di masyarakat. Puisi ini mengkritik dilema yang terkadang muncul saat ritual ibadah dan pujian, yang seharusnya menjadi momen spiritual, malah memantik perselisihan atau konflik di suatu negara. Dalam puisi ini dapat dilihat dalam pemahaman bahwa gereja hanyalah tempat fisik semata, sedangkan “sarang doa” yang sebenarnya terletak pada individu yang berdoa, menunjukkan bahwa hubungan langsung dengan Tuhan lebih penting daripada bentuk eksternal dari keagamaan.

Secara umum, kedua puisi tersebut mengajukan pertanyaan dan kritik terhadap aspek-aspek keagamaan dan spiritualitas. Puisi “DANTE” lebih menyoroti konsepsi tentang hidup dan kematian serta ironi dalam pandangan tradisional tentang surga dan neraka. Sementara itu, puisi “GEREJA, MINGGU PAGI, DAN SARANG DOA” lebih fokus pada dilema dan kritik terhadap aspek sosial dan eksternal dari kehidupan keagamaan, serta menekankan pentingnya pengalaman spiritual individu. []

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds