LOADING

Type to search

A Quiet Passion (2016): Perempuan (Emily Dickinson), Norma Sosial dan Puisi

“A Quiet Passion (2016)” adalah sebuah film biografi yang disutradarai oleh Terence Davies.  A Quiet Passion (2016) menggambarkan kehidupan dan karya seorang penyair terkenal, Emily Dickinson. Film ini menggambarkan perjalanan hidup Emily Dickinson yang penuh dengan perjuangan, ketegangan, dan kepekaan artistiknya.

Dalam konteks dunia tulis, “A Quiet Passion” memberikan pandangan yang mendalam tentang kehidupan seorang penulis dan kecintaannya terhadap kata-kata. Film ini menjelajahi proses kreatif Emily Dickinson dan perjalanan dalam menemukan suaranya sendiri sebagai seorang penyair. Kita dapat melihat bagaimana dia menghadapi konflik internal dan eksternal yang muncul dalam upayanya untuk mengekspresikan pikirannya melalui puisi.

Film ini menyoroti perjalanan Emily Dickinson dalam mencari identitasnya sebagai seorang penulis perempuan pada masa itu yang diatur oleh norma-norma sosial yang ketat. Dia melawan konvensi masyarakat yang membatasi kebebasan kreativitasnya, menghadapi penolakan dan ketidakpahaman dari orang-orang di sekitarnya. Meskipun hidup dalam relatif isolasi, dia menemukan kebebasan dan kedamaian dalam menulis puisi-puisinya yang penuh dengan kepekaan, introspeksi, dan pemikiran yang mendalam.

Selain itu, film ini juga menyoroti tema-tema seperti kesendirian, kehampaan, dan hubungan dengan Tuhan. Emily Dickinson merenungkan tentang arti eksistensi, keabadian, dan makna dalam kehidupan melalui puisi-puisinya yang sarat dengan simbolisme dan refleksi eksistensial. Dia menggunakan bahasa yang kuat, metafora yang kompleks, dan imajinasi yang kaya untuk menggambarkan ketegangan hidup dan perasaan yang terpendam dalam dirinya.

Melalui sinematografi yang indah dan dialog yang kuat, “A Quiet Passion” berhasil menangkap esensi kepribadian dan perasaan Emily Dickinson serta menghadirkan dunia tulis yang intens dan puitis. Karakter yang dalam dan kompleks, ditampilkan dengan brilian oleh aktris utama Cynthia Nixon, yang memberikan penampilan yang memukau sebagai Emily Dickinson.

Dalam film “A Quiet Passion”, penonton disuguhkan dengan gambaran yang mendalam tentang perjuangan dan proses kreatif Emily Dickinson sebagai seorang penyair. Film ini menggambarkan dengan sangat baik keteguhan dan tekad Emily dalam mengejar hasratnya dalam menulis, meskipun dihadapkan pada banyak hambatan dan penolakan dari lingkungannya.

Film ini menyoroti perjalanan emosional dan intelektual Emily Dickinson seiring dengan perkembangan kariernya sebagai seorang penyair. Pertama-tama, kita melihat bagaimana dia merasa terikat oleh keterikatan sosial pada masa itu, terutama sebagai seorang perempuan. Konvensi sosial dan tuntutan masyarakat pada wanita pada saat itu membuatnya merasa terkekang dan tidak diterima dalam berekspresi secara penuh. Dia harus menghadapi harapan-harapan yang datang dari keluarga dan masyarakat untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang patuh.

Namun, Emily memilih untuk mengejar kebebasan kreativitasnya dan mengeksplorasi pikirannya melalui puisi. Dia menghabiskan waktu sendirian di kamarnya, menulis dan merenungkan kehidupan dan pengalaman pribadinya. Meskipun diisolasi dari dunia luar, dia menemukan kegembiraan dan kepuasan dalam menciptakan puisi-puisinya yang penuh dengan refleksi, pemikiran yang mendalam, dan imajinasi yang kaya. Emily menyadari bahwa menulis adalah cara bagi dirinya untuk menyampaikan pikirannya yang mendalam dan menyentuh jiwa orang lain.

Proses kreatif Emily Dickinson ditampilkan dalam film ini dengan sangat indah. Penonton dapat melihat bagaimana dia mencari inspirasi dari alam, pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari, serta refleksi mendalam tentang eksistensi manusia. Film ini menunjukkan bagaimana puisi-puisi Emily lahir dari pengamatan cermatnya terhadap dunia di sekitarnya dan kemampuannya untuk mengekspresikan perasaan yang kompleks melalui kata-kata yang terpilih dengan cermat.

Selama perjalanan kreatifnya, Emily juga menghadapi banyak penolakan dan ketidakpahaman dari orang-orang di sekitarnya. Puisi-puisinya dianggap aneh dan terlalu rumit oleh banyak orang pada masanya. Namun, dia tidak menyerah dan terus menulis dengan semangat yang tak tergoyahkan. Keberanian dan keteguhan hati Emily dalam menghadapi penolakan dan melanjutkan penciptaannya adalah inspiratif dan menggugah.

Melalui penampilan yang kuat dari aktris Cynthia Nixon, penonton dapat merasakan kedalaman emosi dan kompleksitas karakter Emily Dickinson. Dia mampu menangkap kepekaan dan kecerdasan Emily dengan sangat baik, serta menunjukkan sisi rapuh dan tegar dari dirinya.

film “A Quiet Passion” berhasil menggambarkan perjuangan dan proses kreatif Emily Dickinson dengan sangat indah. Melalui penggambaran yang tajam dan dialog yang kuat, penonton akan terlibat dalam perjalanan emosional dan intelektual Emily, merasakan kegigihan dan semangatnya dalam mengejar hasratnya dalam menulis. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan tentang pentingnya mengekspresikan diri dan mengejar kebebasan kreativitas, meskipun dihadapkan pada tantangan dan penolakan.

Selain itu, “A Quiet Passion” juga menggambarkan konflik internal yang dialami oleh Emily Dickinson. Dia sering kali berjuang dengan perasaan kesendirian, kehampaan, dan ketidakpahaman dari orang-orang di sekitarnya. Ketidakcocokan antara dunia internalnya yang penuh dengan kepekaan dan pemikiran yang mendalam dengan dunia luar yang terbatas oleh norma-norma sosial pada masanya menciptakan ketegangan eksistensial yang kuat. Melalui puisinya yang penuh dengan simbolisme dan metafora, Emily mencoba mengekspresikan kompleksitas perasaan dan pemikirannya, memperjuangkan identitasnya sebagai seorang penyair yang unik dan autentik.

Secara keseluruhan, “A Quiet Passion” adalah film yang memikat dan menginspirasi, khususnya bagi para penulis dan pecinta sastra. Film ini menggambarkan perjalanan seorang penulis yang mencari jati diri dan mengejar hasratnya dalam menulis, meskipun dalam kondisi yang sulit. Dengan menyentuh secara mendalam tentang pengorbanan, kesendirian, dan keberanian dalam mengekspresikan diri, film ini mengajak penonton untuk merenungkan tentang pentingnya mengejar passion dalam dunia tulis dan menciptakan karya yang menggugah jiwa.[]

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds