LOADING

Type to search

Biografi YS Sunaryo and His Complete Work (dan Karyanya)

YS Sunaryo, lahir di Majalengka 13 Agustus 1969. Aktif menulis puisi tahun 2016. Mula-mula media yang digunakan adalah FB. Tak ada motivasi khusus saat itu, kecuali “kesepian” sebagai lorong yang menghubungkan saya ke jalan puisi.

Perpuisian  bagi saya merupakan “kegiatan baru” mengingat jalur sekolah yang saya tempuh bukan bidang sastra, melainkan sejarah dan kebudayaan Islam. Pun lingkungan sosial saya tak bersentuhan dengan dunia kepenyairan. Sejak tahun 1994 sampai dengan tahun 2006 saya pun hanya seorang pengajar di IAIN (sekarang UIN) Bandung, UNPAS Bandung, dan IAILM Tasikmalaya.

Tahun 2006 sampai 2016, saya meninggalkan kampus dan memasuki lorong kepartaian sebagai jalan saya aktif di relawan politik dan partai politik. Tahun 2016 adalah titik akhir saya di partai politik, lalu bertempat tinggal di sebuah perkampungan menekuni hidup sebagai “ustadz kampung”. Di kampung inilah saya banyak waktu untuk merenung malam hari di antaranya melahirkan tulisan yang kemudian saya anggap sebagai puisi.

Umumnya, puisi-puisi saya, saya kirimkan ke grup-grup puisi FB, juga untuk mengikuti perlombaan di dalamnya. Bahkan, sampai tahun 2019, saya sempat disebut “raja lomba” akibat kerapkali menjadi juara.

Dari situ saya mulai mengikuti antologi puisi bersama, mengirim puisi ke beberapa surat kabar dan majalah, dan membuat antologi puisi tunggal. Sampai saat ini lebih 1500 puisi saya buat. Sedangkan yang sudah dibukukan (tunggal) di antaranya adalah:

1. Sajadah Senja (2017)

2. Jejak Pena (2018)

3. Suara dari Lembah (2018)

4. Gumam Anak Negeri (2019)

5. Corona di Kampung Puisi (2021)

Selain di dalam buku-buku tersebut, puisi-puisi saya tersebar di kurang lebih 12 buku antologi bersama, di koran/majalah, dan masih dapat ditemukan media sosial. Aktivitas menulis puisi merupakan aktivitas menonjol sampai hari ini, dibarengi dengan sesekali menjadi juri pada lomba cipta puisi; baik di media sosial maupun di kegiatan kemasyakatan terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Esai tentang Puisi yang pernah ditulis: 

1. Puisi dalam Konteks Perubahan Sosial -> baca

2. Arsip wawancara Proses Kreatif YS Sunaryo di grup POIESIS: -> baca

Ciamis, 10 Oktober 2022

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds