LOADING

Type to search

PERBEDAAN ANTARA POETRY & POEM; ASAL-USUL

Oleh Shiny.ane el’poesya

Siang tadi, kembali ada seseorang bertanya mengenai apa perbedaan antara Poetry dan Poem? Sebutlah namanya VN. VN kemudian menyampaikan bahwa ia hendak mencari kepastian akan perbedaan keduanya. Konon, VN kebingungan, sebab ada dua pendapat yang mengatakan demikian: Pendapat pertama mengatakan bahwa arti Poetry lebih menekankan kepada sifat-sifat puitik sedangkan arti Poem adalah puisi yang sudah jadi. Pendapat yang kedua mengatakan, bahwa suatu karya baru bisa disebut Poetry jika karya itu mengandung kebaruan, sedangkan Poem adalah satu karya yang sudah bertemplate–artinya meniru bentuk atau pola yang sudah ada. Kurang lebih, itu inti yang disampaikan oleh VN.

Kemudian saya menanggapi demikian: “Sebelum menjawab, saya mau tanya dulu boleh? Menurut kamu, kedua pendapat tersebut atas tafsir pribadi atau ketika mengatakannya dengan penjelasan data? Kalau ada, kira-kira bagaimana penjelasannya? Boleh saya tahu?”

“Sepertinya si pendapat pribadi, Kak. Semacam opini karena penjelasannya kurang.”

“Oke, kalau gitu. Nanti malam saya coba jawab di postingan aja ya. Dan juga nanti mungkin jawabannya akan terdengar berbeda dari pendapat umum yang beredar.”

VN. Jadi begini…

Saya tidak sependapat dengan keduanya, khususnya soal Poetry yang biasa juga diartikan sebagai puisi dan Poem yang juga sering diartikan sebagai sajak oleh orang pada umumnya. Pada jawaban berikut ini saya akan meninggalkan pandangan itu semua.

Poetry dan Poem adalah Bahasa Inggris. Keduanya berakar pada kata klasiknya yang ada di Yunani: Poiesis dan Poiema. Poiesis artinya Membuat/Memroduksi ulang sesuatu dari bahan yang sudah ada (Poiein: buat, -is: proses – Poiesis: Membuat/aktivitas membuat – artinya ini kata kerja). Kata Poiesis digunakan secara umum di Yunani dalam berbagai bidang, bahkan ke dalam bidang yang non pekerjaan manusia, seperti dalam dunia kedokteran saat itu ada istilah Hematopoiesis (proses pembelahan darah). Sekali lagi, tidak hanya di bidang “perpuisian” tetapi juga di banyak bidang yang lainnya. Yangmana, hasil dari Poiesis itu disebut dengan Poiema (poie: buat, -ma: sesuatu yang dihasilkan dari sebuah aktivitas). Jadi Poiesis adalah kata kerja, dan Poiema adalah kata benda yang menunjuk pada hasilnya.

Sama seperti halnya kata Poiesis, kata Poiema juga merupakan kata umum yang tidak hanya milik khusus satu bidang. Sebagai contoh, jika kita mempelajari Bible dan kaitannya dengan tradisi Yunani Klasik, maka kita akan menemukan istilah yang berkaitan dengan ini, yaitu istilah: God’s Poiema, sesuatu yang diciptakan Tuhan dan bukan hanya menyangkut kata-kata/Firman, melainkan apa saja yang ada di alam semesta. Konsep ini sejalan dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Diotima kepada Socrates di abad 5SM tentang betapa luasnya cakupan Poiesis (soal Diotima-Poiesis bisa baca di buku Sains Puisi).

Keumuman penggunaan dua istilah tersebut juga masih amat terasa di abad 4SM ketika Aristoteles menulis risalahnya yang berjudul Peri Poietikes. Di dalamnya Poiesis digunakan atas berbagai seni pembuatan karya dari drama-tragedi, komedi, satir, lirik, epik dan seterusnya.

 

Singkat kisah, kedua kata tersebut kemudian masuk ke dalam Bahasa Latin masing-masing disadur menjadi Poesy dan Poemata. Poesy untuk Poiesis, dan Poemata untuk Poiema. Pelafalannya masih serupa dan pengartiannya masih tetap sama: proses membuat dan hasil dari apa yang dibuat. Pemaknaan yang masih orisinil dan terang ini misalnya bisa dibaca dalam risalat milik Neoptolemus of Parion. Kajian tentang Neoptolemus bisa dibaca dari jurnal yang ditulis oleh Elizabeth Asmis seorang profesor bidang kajian klasik Yunani-Romawi di Univ. Chicago. Jika kita membaca Ars Poetica Horace yang hidup setelah Neoptolemus, juga kita akan melihat masih betapa umumnya cakupan dari Poiesis-Poiema.

Baca juga Kelanjutannya: MEMBINCANG ULANG AKAR DAN ARTI KATA POETRY; ASAL-USUL

Kata Poesy dan Poemata kemudian masuk ke dalam kosa-kata Bahasa Prancis-lama kemudian masuk ke dalam Bahasa Inggris-lama menjadi masing-masing Poetry dan Poem, sebagaimana dua kata tersebut kita sering dengar dalam kosakata Bahasa Inggris saat ini. Namun, sayangnya, sebagaimana kita tahu pula, telah dengan pendefinisian yang ke sana ke mari bercampur konsep satu sama lain, dari satu praduga ke praduga lain, seakan-akan mengabaikan penggunaannya yang lebih awal. Poetry tidak lagi Poesy-Poiesis, meskipun Poem maknanya masih dekat dengan Poemata-Poiema.

Entah mengapa, sejak kapan dan oleh siapa Poetry dan Poem pengartiannya menjadi bercampur-hablur dari akarnya seperti itu. Apakah itu sebagai pasangan kata sifat dan kata benda, atau sebagai sama-sama kata benda namun beda sifat–lewat penekanan kebaruannya. Padahal, jika berbicara kata sifat yang berkaitan dengan istilah Poiesis-Poema, Yunani sudah memiliki istilahnya tersendiri dan itu juga telah bertransformasi ke dalam Bahasa Latin hingga kemudian ke dalam Bahasa Inggris dengan tertib, yaitu, Yunani: Poietikoos/Poietikes sebagaimana digunakan oleh Aristoteles dalam judul risalatnya, Latin: Poetica sebagaimana digunakan dalam judul risalat Horace, dan Inggris dengan term: Poetics.

Jadi, sekali lagi, apa perbedaan antara Poetry dan Poem? Itu tidak lain antara proses dan hasilnya. Dan apa yang membuat kata Poetry dan Poem menjadi begitu campur-hablur? Jawabannya adalah sebab proses pengartiannya tidak dikembalikan kepada akarnya. Banyak bahkan para pemuisi yang namanya terkenal, juga lebih mengedepankan dugaan daripada coba mengembalikan (menelusuri) ke akarnya.

10.10.2022

________

* Dalam Bahasa Yunani Klasik, adalah istilah Poietria(lk)/Poietess(pr) untuk merujuk pada pelaku Poiesis. Masuk ke dalam Bahasa Latin menjadi Poeta (tanpa gender). Kemudian masuk ke dalam Bahasa Inggris menjadi Poet.

** Foto ilustrasi: Franc Kavcic. Menggambar Socrates, Disciple dan Diotima.

Baca juga Kelanjutannya: MEMBINCANG ULANG AKAR DAN ARTI KATA POETRY; ASAL-USUL

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds