LOADING

Type to search

Dalam nomenklatur kesusastraan, istilah Post-Cyberpunk merujuk pada subgenre yang berlawanan dengan Cyberpunk. Jika dalam karya-karya Cyberpunk apa yang ditonjolkan adalah aspek distopik dari sebuah masyarakat yang telah dilingkupi oleh kehidupan maju teknologi digital, karya-karya Post-Cyberpunk justru menunjukkan spirit yang sebaliknya yang optimistik, serta menggambarkan berbagai kenyataan hidup dalam pengaruh lingkungan teknologi digital lanjut dalam sebuah suasana keanugerahan. Kalau pun muncul aspek-aspek negatif, itu dilakukan tidak untuk melakukan kritik revolusioner atas cita-cita kehidupan yang dimaksud, apalagi untuk menggulingkan kehidupan sebagai konsekuensi lebih lanjut dari melulu kesuraman yang digambarkannya: anti-pemerintah, anti korposasi. Alih-alih, tokoh dalam karya Post-Cyberpunk cenderung berjuang melalui adaptasi atas situasi lingkungan yang dihidupinya.

Sebagai bagian dari sebuah karya Sains Fiksi, karya-karya bergenre Post-Cyberpunk yang secara umum cenderung non-distopik–yangmana ciri distopia Cyberpunk di antara hingga menunjukkan sikap anti-pemerintah dan anti-korporasi–tentu memiliki sisi Utopianya tersendiri. Atau, dengan kata lain, sering digunakan sebagai pengungkapan mimpi-mimpi akan masa depan penulismya yang cenderung sejalan dengan kepentingan para developer di bidang teknologi ini.

Istilah Post-Cyberpunk sendiri pertamakali dimunculkan oleh Lawrence Person dalam tulisannya Notes Toward a Postcyberpunk Manifesto (1998). Istilah Post-Cyberpunk dimunculkan olehnya sebab banyak orang nampak keliru dalam mengkategorisasikan, lebih tepatnya gagal mengidentifikasi perbedaan dari dua jenis karya yang berbeda spirit. Lawrence Person mengatakan dengan munculnya karya Neil Stephenson dan juga karya-karya Bruce Sterling, telah menandai perbedaan karakteristik umum ini dengan sangat jelas.

Tiga di antara karya (Novel) Post-Cyberpunk paling perlu dibaca adalah Snow Crash (1992) dan The Diamond Age (1995) yang keduanya adalah karya Neil Stephenson, juga Islands in The Net (1988) karya Bruce Sterling.

 

 

Disunting oleh Shiny.ane el’poesya

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *