LOADING

Type to search

Banyak orang mengatakan ia tengah melakukan kegiatan Seni. Akan tetapi, tak sedikit dari mereka masih belum tahu betul apa itu Seni kecuali dari teori-teori yang banyak dikembangkan belakangan secara subjektif. Dan, lagi-lagi yang pengertian-pengertiannya bukan hanya saling berbeda, melainkan juga justru saling bertentangan satu sama lain. Lebih jauh dari itu, hingga meleset dari dasarnya; salah kaprah, asal-asalan.

Ada sejumlah pendapat yang mengatakan bahwa kata Seni berasal dari kata Sani (bahasa Sansekerta) yang artinya persembahan atau pelayanan. Juga, ada yang mengatakan kata Seni berasal dari kata Genie (bahasa Belanda) yang artinya Jenius. Orang-orang banyak mencocok-cocokkan kata Seni dengan dua akar bahasa tersebut hanya karena banyak kegiatan Seni berkaitan dengan kegiatan persembahan (kepada yang spiritual) dan aktivasi kejeniusan pemikiran. Padahal, itu memang hanya asal mencocok-cocokkan saja! Alasannya?

Kata Seni adalah kata yang tidak digunakan sejak lama oleh masyarakat Nusantara secara umum. Setiap daerah memiliki bahasanya masing-masing. Untuk merujuk kegiatan kreatif yang menghasilkan karya yang berpotensi berefek estetik misalnya, orang Jawa menggunakan kata Kriya. Untuk merujuk pada kegiatan menari, bermusik dan lainnya, digunakan istilah-istilah seperti Rhasa, Laku, atau lebih luas Bu-dhaya. 

Istilah Seni sendiri berasal dari bahasa Melayu Riau (Sungai Rokan), Sonik. Ia merupakan bentukan kata dari So- atau Se- yang artinya Sesuatu, dan kata –Nik yang artinya Sangat Kecil atau Halus. Dengan kata lain, kata Seni merujuk pada sesuatu yang sifatnya Detail atau Halus.  

Istilah Seni sebelumnya sudah digunakan dalam percakapan sehari-hari pada frasa Air Seni untuk merujuk pengertian air kencing. Baru terekam secara nyata dalam pengertian kegiatan , setidaknya sejak Kamus Umum Bahasa Indonesia terbit pertama kali tahun 1953 oleh penyusunnya Purwadarminta. Yangmana, sebelumnya istilah Seni dipopulerkan oleh Sudjojono, Bapak Seni Lukis Modern Indonesia melalui PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) di tahun 1930an, untuk kepentingan padanan dari istilah Art. Namun, ia mengakui bahwa istilah itu pertama kali diusulkan oleh Ki Mangunsarkoro.

Padanan tersebut pula tak begitu saja masuk dengan mudah; diiringi polemik. Pada saat itu, kata Seni memang dianggap kurang pas jika diapadankan dengan kata Art. sebab, kata Art sebenarnya tidak merujuk secara langsung kepada sifat Detail atau Halus. 

Dalam pengertian dasarnya, kata Art (Latin, Ars) merujuk pada pengertian kemampuan (skillfull) membuat sesuatu  yang merupakan padanan dari Techne dalam bahasa Yunani.

 

Penyunting: Shiny.ane el’poesya

Disunting pertama kali pada 20 November 2021

Pembaharuan suntingan: belum pernah

Sumber: Harian Kompas edisi Minggu (11 September 2011), buku Seni Lukis, Kesenian dan Seniman (1946), dan buku History of Greek Art (2015)

Pengajuan data pembanding bisa ketik di kolom komentar atau kirim ke shiinyane@gmail.com dengan subjek #sainspuisi_asalusul_(judul topik)

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *