LOADING

Type to search

Literary Terms [17]: Bathos dan Anti-klimaks

Bathos adalah istilah Yunani untuk pengertian “jatuh ke bawah.”  Istilah ini telah menjadi istilah yang sangat diperlukan bagi para kritikus sejak Alexander Pope memparodikan esai terkenal Longinus On the Sublime (keagungan). Ditulis pada tahun 1727 dengan judul esai On Bathos: Of the Art of Shinking in Poetry,  dengan pura-pura khidmat, Pope meyakinkan para pembacanya bahwa dia berjanji “untuk memimpin mereka seolah-olah dengan tangan … berjalan menuruni bukit yang lembut ke Bathos; bagian bawah, bagian akhir, titik pusat, tidak melampaui itu, dari puisi modern sejati!” Kata Bathos, sejak itu telah digunakan untuk penurunan yang tidak disengaja dalam karya sastra ketika penulis berusaha untuk menjadikan karyanya menyedihkan atau bersemangat atau meninggi, namun ketika melewatinya ia jatuh ke dalam hal-hal sepele atau konyol. Di antara contohnya, Pope mengutip “permintaan sederhana dari dua kekasih yang tidak hadir” dalam sebuah puisi kontemporer:

Ya, Tuhan! Memusnahkan tetapi Ruang dan waktu,
Dan membuat dua kekasih bahagia.

Slogan “Untuk Tuhan, untuk Negara, dan untuk Yale!” juga bersifat “Batetik” karena diarahkan untuk makna yang bergerak ke klimaks (yaitu, urutan kepentingan yang meningkat) dalam urutan retorisnya, tetapi dalam penuangannya justru mengarah ke penurunan yang tidak diinginkan–setidaknya misal untuk orang yang bukan dari Yale. Bahkan, penyair-penyair hebat pun terkadang tanpa disadari jatuh ke dalam retorika yang sama. Dalam versi awal The Prelude (1805; Book IX), William Wordsworth, setelah menceritakan panjang lebar kisah sepasang kekasih, Vaudracour dan Julia, menceritakan bagaimana Julia meninggal, meninggalkan Vaudracour yang dituntut untuk membesarkan bayi laki-laki mereka:

Itu menghiburnya di sini
Untuk tetap hadir bersama Piatu dan bekerja
Kantor Perawat untuk anak-anaknya
Anak yang setelah beberapa saat karena kesalahan
Atau ketidakbijaksanaan Bapa, meninggal.

The Stuffed Owl: An Antology of Bad Verse, ed. D. B. Wyndham Lewis dan Charles Lee (rev. 1948), adalah tambang yang kaya akan bathos yang tidak disengaja.

Anti-klimaks kadang-kadang digunakan sebagai padanan bathos; tetapi dalam aplikasi yang lebih berguna, “antiklimaks” tidak merendahkan, dan menunjukkan penurunan yang disengaja oleh penulis dari yang serius dan diangkat ke yang sepele dan rendah, untuk mencapai efek komik atau satir. Thomas Gray dalam karya mock-heroiknya Ode on the Death of a Favorite Cat (1748)—kucing itu tenggelam ketika dia mencoba menangkap ikan mas—dengan serius menyisipkan pengamatan moral ini:

Hati wanita mana yang bisa membenci emas?
Kucing mana yang tidak suka ikan?

Dan dalam Don Juan (1819-24; I. ix.) Byron menggunakan antiklimaks untuk mengempiskan kegagahan calon ayah Juan:

Orang angkuh tak pernah menaiki seekor kuda,
Atau, jika sedang, ia selalu turun lagi.

 

Sumber: A Glossary of Literary Terms, Seventh Edition, M.H. Abrams
Diterjemahkan oleh Shiny.ane el’poesya

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *