LOADING

Type to search

Literary Terms [11]: Arkaisme

Arkaisme, adalah penggunaan kata-kata dan ekspresi yang telah menjadi lampau (Arkaik) dalam suatu era. Spenser dalam The Faerie Queene (1590-96) dengan sengaja menggunakan arkaisme (banyak di antaranya berasal dari bahasa Inggris Pertengahan Chaucer) dalam upaya untuk mencapai gaya puitis yang sesuai dengan visi kebangkitan terhadap roman ksatria abad pertengahan. Penerjemah Alkitab Versi King James (1611) memberikan bobot, martabat, dan kemerduan pada prosa mereka dengan kebangkitan kuno. Baik Spenser dan King James pada gilirannya menjadi sumber utama arkaisme Milton dan banyak penulis selanjutnya. Ketika Keats, misalnya, dalam odenya (1820) menggambarkan guci Yunani sebagai “with brede/ of marmer men and maidens overwrought,” dia menggunakan kata-kata kuno untuk “braide” dan “worked [yang maksudnya, dihiasi] all over.” Abraham Lincoln mencapai kekhidmatan melalui arkaisme alkitabiah dalam “Gettysburg Address“-nya, yang dimulai, “Fourscore and seven years ago.” Arkaisme telah menjadi pilihan standar untuk diksi puitis. Selama abad kesembilan belas, misalnya, banyak penyair terus menggunakan “I ween”, “methought”, “steed”, “taoer” (untuk lilin), dan “morn“, tetapi hanya dalam syair mereka, bukan kata-kata mereka sehari-hari.

 

Sumber: A Glossary of Literary Terms, Seventh Edition, M.H. Abrams
Diterjemahkan oleh Shiny.ane el’poesya

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds