LOADING

Type to search

Literary Terms [9]: Anti-hero

Anti-hero adalah istilah yang digunakan bagi tokoh utama dalam novel atau drama modern yang karakternya sangat berbeda dari apa yang kita asosiasikan dengan tipe karakter protagonis atau pahlawan tradisional dari sebuah karya sastra yang serius. Alih-alih memanifestasikan kebesaran, martabat, kekuatan, atau kepahlawanan, antihero justru merepresentasikan sifat tokoh protagonis yang picik, tercela, pasif, tidak efektif, atau karakter-karakter lain yang tidak disukai. Penggunaan tipe protagonis nonheroic mulanya ada pada novel Picaresque di abad keenam belas, juga dalam karakter protagonis Moll Flanders (1722) karya Daniel Defoe yang merupakan seorang pencuri sekaligus pelacur.

Namun, istilah Anti-hero biasanya lebih banyak diterapkan pada tulisan-tulisan yang lahir pada periode kekecewaan setelah Perang Dunia Kedua, yang dimulai dari tokoh-tokoh protagonis seperti yang kita temukan dalam Hurry on Down (1953) karya John Wain dan Lucky Jim (1954) karya Kingsley Amis. Contoh terkenal kemudian atas contoh yang demikian ini adalah tokoh Yos sarian dalam Catch-22 karya Joseph Heller (1961), tokoh Humbert Humbert dalam Lolita karya Vladimir Nabokov (1955), dan Tyrone Slothrop dalam Gravity’s Rainbow karya Thomas Pynchon (1973).

Tokoh/karakter Anti-hero akan sangat mencolok dalam karangan drama tragedi, di mana protagonis biasanya memiliki status tinggi, martabat, dan keberanian. Contoh ekstrim adalah karakter orang-orang di dunia yang kehilangan kepastian, nilai, atau bahkan makna pada drama Samuel Beckett dalam Gelandangan, Vladimir dan Estragon dalam Waiting for Godot (1952) atau lelaki tua yang buta dan lumpuh bernama Hamm, yang merupakan protagonis dalam Endgame (1958). Lihat Sastra Abdusrd dan Black Comedy, dan lihat Ihab Hassan, “The Antihero in Modern British and American Fiction,” dalam Rumours of Change (1995).

 

Sumber: A Glossary of Literary Terms, Seventh Edition, M.H. Abrams
Diterjemahkan oleh Shiny.ane el’poesya

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds