LOADING

Type to search

Prasasti Kutai – Puisi tertua di Nusantara?

Jika kita membaca sejarah kesusasteraan Inggris, maka di sana kita akan menemukan bahwa awal mula dari sejarah kesusasteraan Inggris (old English) dimulai oleh karya-karya bercorak epik (kisah kepahlawanan), hagiografi (kisah orang suci), kronik (catatan peristiwa), dan sebagainya. Begitu juga jika kita membaca sejarah kesusasteraan Prancis, maka di sana kita akan menemukan bahwa awal mula dari sejarah kesusasteraan Prancis dimulai oleh karya-karya bercorak epik, hagiografi, kronik dan sebagainya. Pertanyaannya, bagaimana dengan tradisi kesusasteraan di Indonesia (di Nusantara) awal?

Jawabannya, sesungguhnya tak akan jauh berbeda. Ada epos,  hagiografi, juga kronik. Menariknya, jika kita perhatikan temuan penelitian arkeologis yang menandai zaman awal sejarah Nusantara, ketiga genre itu ternyata bisa sekaligus dicerminkan oleh satu set prasasti saja, yaitu Prasasti Kutai. Sebuah prasasti beraksara Palawa, bertiti mangsa 400M,  dianggap tertua setidaknya untuk saat ini, yang dalam penulisannya mengambil bentuk sebagai karya sastra berupa puisi bermetrum sebagaimana umumya terdapat pada karya Sanskrit Klasik.




Berikut isi dari Prasasti Kutai:

 

1.

srimatah sri-narendrasya
kundungasya mahatmanah
putro svavarmmo vikhyatah
vansakartta yathansuman
tasya putra mahatmanah
trayas traya ivagnayah
tesantrayanam pravarah
tapo-bala-damanvitah
srimulawarmna rajendro
yastva bahusuvarnnakam
tasya yajnasya yupo ‘yam
dvijendrais samprakalpitah

sang maha sang raja
dari kundunga yang amat mulia
memiliki putra yang masyhur bernama aswawarman
yang seperti ansuman; dewa matahari
menumbuhkan keluarga yang mulia
mempunyai putra tiga
seperti api suci tiga
yang paling hebat dan terkemuka
yaitu mulawarman sang raja
berperadaban dan kuat
untuk sebuah kenduri yupa ini kami dirikan
kenduri dengan emas yang banyak

 

2.

srimato nrpamukhyasya
rajñah sri mulavarmmanah
danam punyatame ksetre
yad dattam vaprakesvare
dvijatibhyo ‘gnikalpebhyah
vinsatir ggosahasrikam
tasya punyasya yupo ‘yam
krto viprair=ihagataih

Yang terkemuka dan mulia
Sang raja Mulawarman
telah memberi sedekah
20.000 ekor sapi kepada para brahmana
yang seperti api,
di dalam tanah yang suci Waprakeswara.
tugu ini telah dibuat
atas kebaikan budi sang raja itu

 

3.

srimad-viraja-kirtteh
rajnah sri-mulavarmmanah punyam
srnvantu vipramukhyah
ye canye sadhavah purusah
bahudana-jivadanam
sakalpavrksam sabhumidanan ca
tesam punyagananam
yupo ‘yan stahapito vipraih

orang suci, para raja dan orang banyak–dengarkalah
tentang budi baik mulawarman
raja besar yang mulia
dengan sedekah yang banyak sekali
seakan-akan sedekah kehidupan
atau seakan tanah dan pohon kalpa–yang memberi segala
tersebab itulah semua
yupa ini didirikan oleh para brahmana

 




4.

Prasasti nomor  4 tak terbaca. Dikatakan hurufnya telah aus.

 

5.

sri-mulavarmmano rajnah
yad dattan tilla-parvvatam
sadipa-malaya sarddham yupo 
yam likhitas tayoh

Oleh Sang Raja Mulawarman,
yang telah menyedekahkan
malai-bunga kepadanya tugu ini
dan sebab segunung minyak juga lampu

6.

jayaty=atiba[lah]
sriman=sri mulavarmma nr[pah]
yasya likhitani
danany=asmin=mahati [sthale]
jaladhenung ghrtadhe[num]
kapiladanan=tath=aiva ti[ladanam]
vrsabh=aikadasam=api yo
datva vipresu rajendra[h]

Belum ditemukan sumber terjemahan awal yang baik

7.

sri mulavarmma rajendra[h] sama[re]jitya partthi[van]
karadam nrpatimsa cakre yatha raja yudhistirah
catvarimsat=sahasrani sa dadu vaprakesvare
ba……..trimsat=saharani punar=ddadau
………sa punar=jivadanam prithagvidham
akasadipam dharmmatma partthivendra[h] svake pure
….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. mahatmana
yupo yam sth[apito] viprair=nnana….ih=a[gataih]



Belum ditemukan sumber terjemahan awal yang baik

 

*Terjemah disusun ulang oleh  Shiny.ane el’poesya dengan penyesuaian baris.

**Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/yupa-bukti-awal-zaman-sejarah-di-indonesia/

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AVANT PROPOSE


Puisi berasal dari bahasa Yunani, Poiein (buat/making) dengan tambahan -is (aktivitas) di belakangnya. Poiein+is, Poiesis (aktivitas membuat ulang). Kata ini digunakan dalam banyak konteks yang tak hanya pada pekerjaan seni atau lebih khusus seni berbahasa; pada kerja manufaktur hingga dalam penerapan ilmu kedokteran. Contoh yang paling sering saya bawa misalnya pada kata Hematopoiesis (proses natural pembuatan ulang darah: proses pengembangan darah di dalam tubuh yang melibatkan pembelahan hingga diferensiasi kefungsian sel). Akan tetapi, dalam hal ini baiklah kita batasi saja pada kegiatan seni membentuk ulang bahasa, yangmana, para pemikir Yunani ...

Klik Di sini

 

This will close in 0 seconds