LOADING

Type to search

 

___________
PARAFRASE
___________

… berasal dari bahasa Yunani “Para-frasis.” Artinya melampaui sebuah frase (kepada frase yang lain). Parafrase merupakan salah satu style dalam melakukan alih bentuk sebuah teks secara bebas. Dibedakan dari style lainnya, “Meta-frase,” yang melakukan alih bentuk secara literal: dari kata kepada kata, kalimat kepada kalimat, atau baris kepada baris. Contoh terbaik dari Metafrase adalah pekerjaan menerjemahkan satu bahasa kepada bahasa lain dengan setepatnya.

Parafrase tumbuh dalam kebudayaan Yunani sebagai bagian dari pekerjaan seni, khususnya dalam Retorika; seni berbicara (mempengaruhi) di hadapan orang banyak. Tetapi, Parafrase ini juga menempati porsi teknik pada Poiesis (pengerjaan kreatif kebahasaan) yang lebih sering dikerjakan dalam lingkup individual, meskipun pada akhirnya untuk tujuan pemublikkan yang sama.

Ada juga sejumlah pembahasan apakah Parafrase mungkin dilakukan kepada produk kebahasaan puisi yangmana hasilnya seringkali cenderung bersifat bahasa konotatif? Jawabannya, terbagi dua:

(1) Bisa, sebab esensi karya dengan bentuk kalimat-kalimat konotatf sesungguhnya sama posisinya dengan kalimat yang cenderung prosaik dapat ditangkap dan dipindahkan dari teks bawaannya, dan (2) tidak bisa, dengan pendapat bahwa seringkali kalimat-kalimat yang disusun dengan pendekatan konotatif, bersajak, memiliki metrum dan perangkat kreatif lainnya, bentuknya adalah termasuk pesannya. Mengubahnya, berarti mengubah pesan.

Parafrase menjadi begitu populer dalam dunia modern sebab memiliki banyak penggunaanya di dunia akademik. Seorang pelajar, sarjana, profesor hingga para saintis ketika menghindari kutipan langsung atau juga plagiarisme, maka mereka akan melakukan kerja memparafrasekan. Tentu, dengan tetap menyertakan sumber. Di dalam dunia seni kontemporer–khususnya dunia teks, pendapat nomor 1 pada alinea di atas nampak begitu dominan. Bahkan, pemarafrasean menjadi bagian dari sekian cara dalam mengapresiasi seni itu sendiri.

Ada poin-poin penting yang perlu dicatat agar proses parafrase bisa bekerja dengan baik, di antaranya:

1. Membaca dengan baik karya yang menjadi sasaran. Maksimalkan proses pemahaman atas teks tersebut sehingga mendapatkan esensi dari karya yang dihadapi.

2. Membuat rincian lebih detail dari poin-poin pendukung yang disampaikan oleh karya sasaran.

3. Mulai membahasakan ulang esensi dan poin-poin pendukungnya dengan bahasa sendiri.

4. Baca kembali hasilnya dan bandingkan dengan karya sasarannya untuk dilakukan perimbangan yang sepadan. Pangkah bagian berlebih. Tambahkan jika ada yang perlu ditambakan.

5. Gunakan tanda petik (jadikan sebagai kutipan langsung) untuk satu-dua bagian yang memang tetap dipertahankan sebagaimana teks aslinya.

6. Khusus kegiatan parafrase yang ditujukan sebagai kerja kreatif, wajib memilih karya yang menarik dan relevan untuk diparafrasekan lebih jauh. Ini menempati posisi paling awal.

Pemarafrasean tentu adalah hal yang berbeda dengan proses alih wahana. Alih wahana seperti pengubahan teks kepada musik, teatrikal, film dan sebagainya, adalah sebuah pekerjaan yang tidak sekedar teks kepada teks, lebih-lebih, di dalamnya memberi porsi yang besar bagi penafsiran. Pemarafrasean, pula berbeda dengan penggubahan ulang teks menjadi teks lain, yang memang sama memberikan porsi yang besar bagi penafsiran atas teks sasarannya.

Dasar dari parafrase adalah menyampaikan ulang pesan utama sebuah teks yang dianggap sulit kepada publik agar lebih mudah dipahami. Membuatnya benar-benar menjadi lebih kompleks dari asalnya–misalnya justru menjadikannya lebih penuh perlambang, sama saja memposisikannya kepada penggubahan ulang (re-composing) dan bisa jadi justru membuatnya lebih gelap. Ini tentu menghapuskan tujuan utama parafrase. Namun, jika dikerjakan sebagai karya kreatif, jika itu hanya sebagai pengindah yang tak menutup bahkan merusak pokok, maka ini justru satu poin plus.

31 Juli 2021. Shiny.ane el’poesya

Pic: “The Thinker (Rodin-paraphrase),” by Alexandra Mikáczó, available for purchase at $740 USD at Saatchiart

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *