LOADING

Type to search

Istilah Diksi berasal dari bahasa Latin, “Dictio-Dictus-Dicere” yang artinya “to speak“: untuk mengungkapkan sesuatu.

Dalam seni pidato, orasi, dan segala seni berbicara yang menggunakan tipe bahasa prosaik (straight-word, bahasa yang gamblang), “to speak” di sana bersanding dengan sifat klaritas, yaitu sifat tidak/minim terdapatnya ambiguitas makna. Sedangkan, dalam tradisi seni bahasa dengan penggunaan figuratif speech (pola kiasan), “to speak” di sana justru seringkali bersanding dengan efek ambiguitas itu sendiri, atau efek estetik lain yang hendak diciptakan. Misalnya, efek rimatik pada susunan kalimat, pemadatan gramatik, dan seterusnya dan seterusnya.

Persoalan diksi ini cukup populer dalam tradisi keilmuan di Romawi. Sebagai kata, ia pertama kali muncul dan populer di era ini. Akan tetapi, sebagai sebuah konsep dan kajian, sesungguhnya ia sudah menjadi kajian yang banyak dibahas bahkan lebih luas cakupannya dan serius di zaman Yunani klasik. Aristoteles misalnya, dalam Poetics, Rethoric, hingga Organon (logic), berurusan panjang dengan persoalan penempatan kata ini sebagai basis dari percakapan dan diskursus di ruang publik.

Saya hendak katakan, diksi sesungguhnya tidak hanya sebatas sekumpulan pilihan kata, tetapi, lebih tepatnya pilihan kata itu diambil dari “keranjangnya” untuk kemudian ditempatkan dalam konteks kalimat tertentu. Dengan kata lain, persoalan diksi di sini akan menunjukkan selain pada kata-kata yang muncul, lebih lagi struktur gramatik yang terbentuk, juga, sebenarnya tersirat perilaku berbahasa penuturnya (ada unsur psikologi kepengarangan), sudut pandang terhadap persoalan, hingga pandangan hidup yang melandasinya; filsafatnya.

Ini yang menjelaskan, mengapa dua orang berbeda ketika menggunakan sekumpulan kata yang sama bisa menghasilkan ungkapan yang bahkan sangat jauh berbeda. Yang satu bisa menjadi sebuah ungkapan yang sangat filosofis dan dalam, lainnya, bisa hanya menghasilkan sesuatu yang dangkal bahkan secara logis berantakan. Begitu juga berlaku pada kualitas dari pembentukan komposisi ujarannya.

 

Penyunting: Shiny.ane el’poesya

Disunting pertama kali pada Agustus 2021

Pembaharuan suntingan: belum pernah

Pengajuan data pembanding bisa ketik di kolom komentar atau kirim ke shiinyane@gmail.com dengan subjek #sainspuisi_asalusul_(judul topik)

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *