LOADING

Type to search

Surealasime?

Oleh: Bev-Anne Ivinela Daington

Mungkin perlu sedikit meluruskan soal surealisme yang dimana-mana kini sering dianggap sebagai “eskapisme” (melarikan diri) dari kenyataan yang seringkali melelahkan dan menyedihkan. Hanya karena sering disebutkan bahwa surealisme seperti hidup dalam “mimpi”, bukan berarti tujuannya semata-mata adalah menuju surga layaknya para religius fanatik.
Tidak tepat juga apabila surealisme hendak diseret masuk ke dalam perdebatan “ideologis” soal seni untuk seni atau seni untuk rakyat. Surealisme berdiri di atas keduanya; untuk mengembangkan dunia kesenian, dan sekaligus untuk rakyat itu sendiri, sebagai salah satu media pemberontakan atau pemblejetan represi terselubung dari kapitalisme terhadap kreativitas mayoritas orang hari ini.
Adapun para seniman surealis, memang, beberapa diantaranya cenderung apolitis. Sementara beberapa lainnya politis namun pendukung sayap kanan konservatif, bahkan pendukung fasis, seperti Salvador Dali. Namun jangan dilupakan, Andre Breton, pelopor surealisme dan pendukung manifesto seni revolusioner yang ditulis Leon Trotsky bersama Diego Rivera, adalah seorang kiri radikal.
Surealisme pada mulanya digagas oleh Breton lewat Manifesto Surealis tahun 1924 dan segera menjadi “gerakan”. Ini adalah tahun di mana dunia sedang penuh gejolak revolusi pasca perang dunia pertama. Revolusi Oktober 1917 dan terbentuknya Internasional Ketiga adalah beberapa bagian peristiwa besar di antara tahun-tahun tersebut.
Dari latar belakang itu, gerakan surealisme menerbitkan sejumlah majalah; La Revolution Surrealiste dan Le Surrealisme au Service de la Revolution. Keduanya merupakan kontribusi dan dukungan kaum surealis terhadap pergolakan massa rakyat untuk kondisi hidup yang lebih baik. Beberapa isi lainnya juga membongkar bagaimana keterasingan dalam sistem kapitalisme dapat memicu peristiwa bunuh diri. Keterasingan, persaingan hebat dalam pasar-pasar modal, perampasan-perampasan yang sistematis dalam masyarakat hari ini menyebabkan hilangnya masa depan bagi sebagian besar masyarakat. Ini kemudian mengarahkan orang pada pesimisme, rasa frustasi, depresi hebat, dan mendorong mereka untuk mengakhiri hidupnya yang pahit.
Namun, lebih dari itu semua, ada hal yang lebih mendasar lagi mengapa kaum surealis sampai repot-repot menerbitkan majalahnya sendiri. Berbeda dengan kecenderungan hari ini, di mana majalah kesenian hanya dijadikan sebagai “brangkas” karya seni, La Revolution Surrealiste juga berfungsi sebagai alat untuk menyatukan pandangan dengan orang-orang, baik yang ada di dalam “gerakan” maupun yang ada di luar.
Fungsi majalah sebagai alat penyatuan pandangan itu terbukti ketika “gerakan” surealis akhirnya harus mengeluarkan beberapa seniman surealis lain (termasuk yang paling terkenal adalah Dali dan Max Ernst) dari perkumpulan setelah terbukti memiliki pandangan politis yang bertentangan dengan majalah dan tidak dapat disatukan lagi.
Beberapa dari kita mungkin juga mengetahui, bahwa pelopor-pelopor surealisme juga merupakan anggota dari sebuah partai politik radikal kiri. Sebut saja misalnya Andre Breton, ia adalah anggota Partai Sosialis Perancis (PCF) sebelum akhirnya partai tersebut dijangkiti Stalinisme, atau kemudian juga Diego Rivera dan istrinya, Frida Kahlo, juga merupakan anggota Partai Sosialis Mexico (PCM).
Ini semua telah membuktikan bahwa kaum surealis tidak sekadar bersenang-senang, atau melarikan diri dari kenyataan. Melainkan, kaum surealis memiliki pandangannya sendiri untuk berkontribusi terhadap perubahan dunia ke arah yang lebih baik bagi semua orang, sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia seni.
Itulah makna surealis yang sesungguhnya. Ia bukan hanya sekumpulan orang dengan aktivitas melulu menulis fiksi atau melukis, melainkan juga menuangkan pandangan, pikiran dan tenaga hidupnya secara menyeluruh untuk berkontribusi dalam gerak hidup masyarakat. Kendati seni, baik surealisme atau yang lainnya, hanya menjangkau di ranah kesadaran, kaum surealis tetap percaya bahwa pembebasan sejati tidak cukup hanya dengan membuat karya-karya seni. Pembebasan sejati umat manusia tetap harus diperjuangkan di ranah yang lebih konkret, yakni aksi massa dan penggulingan sistem kapitalisme. Itu sebabnya beberapa seniman-seniman terkenal surealis juga melibatkan diri dalam partai-partai sosialis yang memperjuangkan hal itu.
Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *