LOADING

Type to search

Terbang, Ke Langit Sidrah

Terbang, Ke Langit Sidrah
Oleh Shiny.ane el’poesya

Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Bismillaahirrahmaaanirrahimmm

Pada sebuah Rajab

Satu tahun sebelum hijrah ke Madinah
Dua belas tahun sejak fajar nubuah
Setelah semua yang dicintai habis pergi
kembali ke hadirat ilahi

Hari-hari penuh duka
Bulan-bulan amatlah sesak terasa
Debu-debu makin tebal tak merukhsa
Dilemparkan ke muka yang tak berdosa

Namun engkau memaafkan
Namun engkau memaafkan
Engkau tetap tabah

Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad

Lalu pada suatu malam terbukalah
atap rumah yang jantung Kota Mekkah
Turun Jibril dengan sayapnya gagah
membentang di tatapan yang sendu setengah

Berkata ia,  “Assalaamualaikum ya Ibnu Abdillah
Telah diutus aku kepadamu, wahai Kekasih Allah
Malam ini untuk memberi kabar bahwa sudah
waktunya kita mesti terbang ke langit sidrah.” 

Lalu Rasulullah menjawab dengan sepenuh hati,
Waalaikumussalam warahmatullah, wahai Malaikat Suci
Perjalanan seperti apakah gerangan yang akan aku alami?
Sungguh, aku tentu tak lebih hanyalah memasrahkan diri.”

Kala itu malam tiba-tiba jadi hening
Detik pun berjalan lebih lembut dan lebih sepi
Angin senyap lebih tenang dan lebih bening
Labih wangi berhambur dalam sunyi

Diperintahnya Rasulallah untuk berbaring
Dibelahlah dadanya untuk kedua kali
oleh Jibril dengan pisau cahaya abadi

Dibelahnya lebih dalam sebelum ditutupya kembali
seraya membasuhnya dan menuangkan
dalam cawan itu: air kebijaksanaan sejati

Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad

II.

Lalu didatangkan pada Rasulallah sebuah tunggangan
bernama Buraq yang sifatnya seumpama Kilat Barqiah
Yang bulu-bulunya halus putih dan kecepatannya, lesat
kakinya tepat di atas ujung mata memandang; dalam
sapuan kerjap gelombang cahaya

Inilah sebuah pengetahuan, di antara gemuruh kaki unta
dan kebanggaan pada derap kaki-kaki kuda unggulan perang, bahwa
sekejap waktu saja adalah bisa direngkuh
antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha
tempat pernah para nabi agung berkhutbah di Palestina

Sehingga sampai bermakmum di Masjidil Aqsha itu, semua
yang telah lepas tubuh dalam baka,
dalam dua rakaat suci dan ribuan gema malam doa

III.

Mereka bertanya-tanya–sungguh
mereka yang di luar sana telah bertanya-tanya
Engkau, Isra dan Mi’raj dengan jiwa atau raga?
Mereka bertanya-tanya
dengan apa engkau terbang ke langit surga?
Langit yang tak dapat dijamah oleh bintang-bintang
juga panah sinar matahari yang paling terang

Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad

Padahal dengan kemuliaan panggilan Tuhan
Engkau sungguh telah menembus langit tinggi
Jiwa ragamu menaik tangga melampaui
tujuh lapis langit, lima puluh ribu
gerbang bayang-bayang dan cahaya

Perumpamaannya,

segala keindahan dan makhluk di alam semesta ini
tiba-tiba tunduk dalam ketukan jari seekor semut pejalan kaki
Lalu seisi dunia itu seakan tak lagi memiliki makna dan arti
sebab Engkaulah yang paling suci

Yaa Rasulallah
Wahai rasul yang melaksanakan Isra dan Mi’raj
Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad

Engkau menembus semua hal-hal rumit di dunia
Engkau pula menyibak segala kegaiban di langit rahasia
Di setiap embusan nafasmu tercium wangi kasturi bunga
yang mana kemuliaan hatimu jadi sumber dan intinya

Yaa Rasulallah

Dalam tahun dan bulan-bulan penuh kesedihan, engkau
sendiri justru adalah taman keindahan yang dinanti-nantikan
Seluruh penduduk langit telah lama merindukan
kedatanganmu yang telah ditakdirkan
yang memilih gelas air susu ketimbang khamer sebagai kesukaan

Dan ketika tiba saatnya, di mekar malam suci
Jibril membuka jalan untuk engkau melintasi
Seraya Allah sendiri, telah mempersiapkan
sebuah singgasana dan sajadah khusus di Arsistawa

Yaa Rasulallah

Sungguh kemuliaan tiada tara
Rasul-rasul lain tak diberi kesempatan yang sama
hanya menanti bermakmum di Masjidil Aqsha
Atau rasul-rasul pilihan di lapis-lapis langit
yang beruntung dengan cukup bertegur salam dan kata

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit pertama bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Adam Abul-Basyar ‘Allamahul Asmaa 

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit kedua bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Yahya dan Isa Ruhullah 

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit ketiga bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Yusuf Karim bin Karim Ru’yatullah

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit keempat bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Idris Harmasu Al-haramisah

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit kelima bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Harun Kalimu Kalimullah

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit keenam bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Musa Kalimullah

“Siapa di situ?” “Aku, Jibril bersama Kekasih Allah.” Maka terbukalah
Di langit ketujuh bertemu dengan malaikat penjaga, juga
Nabi Ibrahim Khalilullah

Yaa Rasulallah

Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad

IV.

Lalu sampailah Jibril berkata, “Sampai di sini aku
hanya di batas depan hijab sidrah yang tinggal satu
Sedang kau akan melihat, sesuatu yang berasal dari
cahaya Syadidul Quwa; yang akan tepat bersemayam di atasmu,
yang berada di ufuk tertinggi, yang ia akan turut mendekatimu
dan akan semakin mendekatimu, untuk menyampaikan
secara langsung sebuah wahyu kepadamu, yang mata hatimu–Fuadzmu
tak akan pernah mendustakannya, yang kau pernah melihatnya
dalam bentuk lain berupa Surga Ma’wa ketika penglihatan itu
diselubungi oleh sesuatu yang memang dibuat demikian.” 

Sehingga ketika telah duduk bersemayam pohon itu tepat di atas Rasulallah
dan Rasulallah berdiri tepat di bawahnya, Rasulallah pun berkata: “Tiada
yang lebih indah dari pohon itu. Buah-buahnya seperti guci-guci orang hajar.
Batang-batangnya adalah zamrud dan rubby. Akarnya adalah sungai salsabil
Jumlah daunnya sejumlah makhluk hidup.  Laron-laronnya berwarna emas.
Tiada… yang lebih indah dari pohon itu, ketika pohon itu dipenuhi wahyu Allah.”

Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad 

Maha suci Allah dzat yang telah memperjalankan hambaNya
pada suatu malam dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram
Dua Masjid yang telah diberkahi sekelilingnya untuk menunjukkan
Cahaya Puncak dan segala pangkal yang naik kepadaNya.

 

Rajab 1442

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *