LOADING

Type to search

DUDUKLAH SEBENTAR – Bangkit I.D.

DUDUKLAH SEBENTAR

Duduklah sebentar
di sampingku tak apa
Kita nikmati cermin, amati refleksi

Telah kita garap beberapa lakon
dengan ketekunan menyerupai
seorang penganyam tikar bambu

Kita lukis wajah, menyiasati realita
bertengadah, menggenggam imajinasi
menunaikan titik katarsis
merelakan terbenamnya ego
pada cakrawala jingga Sang Krisna

Dan di atas prosenium, kita
berputar-putar, mencipta bayang
di bawah lampu spot
dan halogen netral yang
sering putus kurang watt

Usai menghapus topeng
kita kembali pada diri
mengendapkan euforia
hingga malam kian telanjang
menggoda kita dengan cerita
cerita yang terus terhunus
lepas dari kening masing-masing

Kau sampaikan padaku rembulan
tentang kejujuran, tentang rasa
hakikat keluarga, meski
kau bukan rembulan

Duduklah sebentar
di sampingku tak apa
Kita akan meniru angin
menyambar dedaunan
mengusap bebukitan
mendengarkan suara alam

Ada kalanya kita sekadar
mencemaskan kecurangan politik
saudagar-saudagar di gubuk kekuasaan
mencemaskan perempuan muda
yang hamil antre pengguguran
mencemaskan ketaatan manusia
kepada Tuhannya dan mencemaskan
kesombongan kita akan pengakuan

Duduklah sebentar
di sampingku tak apa
Kita akan tenggelam dalam meditasi
mengolah rasa, menghianat kenyataan
meski seketika, kita berdiri
mencipta cerita panggung kita

Di atas awan-awan, mengumbar
citra tanpa maksud hingga
lupa akan esensi kejujuran:
“kesederhanaan bahasa prosa
keindahan isi puisi”

Tapi, duduklah sebentar

3 Juni 2020

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *