LOADING

Type to search

Perempuan Pembuat Es Krim – Bangkit I.D.

“Kamu ingin tahu bagaimana sebuah es krim dibuat?” perempuan itu berkata padaku. “Aku akan menceritakannya untukmu.”

Sebenarnya aku kurang tertarik dengan ceritanya. Terlebih karena ia hanya orang sinting.

Ia adalah perempuan pekerja di sebuah pabrik pembuat es krim. Namun, belakangan ia menolak disebut sebagai pekerja pabrik. Ia lebih suka disebut bidan. Itu sebabnya aku merasa ia sudah sinting.

Kamu akan semakin yakin bahwa perempuan ini tidak waras setelah mendengar ceritanya:

“Itu adalah malam jahanam,” ia memulai ceritanya. “Ketika kaki-kaki pekerja melangkah menuju sinar berwarna biru terang—sinar itu ada di atap gedung, kamu bisa membaca sinarnya: A-I-C-E.”

“Di dalam gedung, tangan-tangan terampil bergerak ke sana ke mari di atas permukaan beroda, di antara desakan dengung mesin-mesin.”

“Ada satu mesin yang bisa kau lihat memompa janin keluar lengkap dengan tali pusarnya. Mesin itu bekerja menjatuhkan janin ke dalam cone, dan menyusun tali pusar agar membentuk spiral. Seseorang harus memotong benda itu, maka aku memotongnya. Adalah tugasku sebagai bidan untuk memotong tali pusar janin setelah dilahirkan.”

“Semua yang kami hasilkan di sini tentu tidak sama. Beberapa bayi hanya perlu dilahirkan kepalanya saja. Dan, kau tahu, kami mencetaknya dengan alat pencetak. Itu agar bentuk kepalanya menyerupai piramida tumpul. Sebuah stick akan kami tancapkan sebagai pengganti tubuhnya. Oh, itu sungguh bentuk yang lucu. Sebongkah kepala bayi yang besar, dengan tubuh kecil. Aku selalu ingin memakannya.”

“Ada bayi yang paling mudah untuk dilahirkan. Kami bahkan tak perlu repot-repot memotong tali pusar atau membentuknya menjadi sosok yang lucu. Hanya butuh sebuah wadah kecil, lalu dengan sendirinya mesin itu akan mengucurkan air ketuban dan darah ke dalamnya. Tentu saja mesin itu harus terus bekerja. Karena sebenarnya, itu adalah mesin yang akan menggiling kandungannya hingga hancur. Kau bisa membayangkannya.”

Lalu dia tertawa.

Sejak janin dalam perutnya gugur lantaran sering bekerja malam hari, ia menjadi gila. Pabrik tempatnya bekerja ia sebut sebagai rumah bersalin, dan ia bekerja bukan untuk membuat es krim, melainkan melahirkan bayi-bayi.

Maret 2020
Bangkit I. Darojad

Tags:

1 Comment

  1. 🏵️Anin🏵️ September 6, 2020

    Merinding
    Ketika seseorang menganalogikan suatu kegiatan ya kepada kegiatan lain yang berbau ‘horor”
    Btw…
    Bagus Pak..keren…kepikiran bgitu bikin karya yg unik..
    Jadi termotiv niyyy…

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *