LOADING

Type to search

Mandi di Masa Wabah – Bangkit I.D.

Mandi di Masa Wabah

Belakangan ini, aku jadi lebih sering mandi. Semua bermula sejak emak memintaku segera mandi selepas bekerja. Hingga kini, tiap pulang kerja, aku akan mandi demi bersih dari korona. Meski katanya mandi saat badan lelah itu kurang baik bagi kesehatan, tapi aku bisa menyiasatinya.

Di dalam kamar mandi aku akan istirahat sebentar, duduk di dingklik sambil klepas-klepus. Setelah rokok habis, aku mulai mandi. Dengan gayung itu, beberapa kali kuguyurkan rumput ke sekujur badanku, kesegarannya luar biasa. Tapi aku harus benar-benar bersih dari kuman, maka kuoleskan juga ikan bawal ke badan dan tanganku. Kombinasi rumput, ikan bawal dan badanku akan menghasilkan banyak sekali daun-daun bougenville. Aku bisa meniupnya agar daun-daun itu jadi puluhan kupu-kupu terbang yang berwarna-warni. Mereka berhamburan ke seluruh ruang kamar mandi, berputar-putar mengelilingiku. Terkadang, beberapa dari mereka ada yang menerpa wajahku sebelum akhirnya berubah wujud menjadi Ucok, Paijo, Sartini atau siapapun teman-temanku. Mereka akan ikut bermain-main bersamaku, riang gembira tanpa sedikitpun ketakutan, meski aku bisa saja bersin karena kedinginan.

Hahaha … Mandi di saat kita terpenjara wabah memang selalu mengasyikkan, terlebih kita hidup di tengah hiruk-pikuk kota, di tengah persaingan beton yang berlomba-lomba jadi yang pertama meraih langit, juga di tengah tekanan hidup yang semakin mendesak kewarasan.

Maret, 2020

Oleh Bangkit I. Darojad

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *