LOADING

Type to search

Tags:

Semerah Mawar II

Semerah Mawar II

Kisah cinta sepanjang masa dari
kota Verona; Italia, melegenda
hingga ke berbagai belahan dunia
Sepasang anak manusia dengan
mawar berleher embun, berduri
kata-kata lembut menusuk
jari-jari jiwa; Romeo dan Juliet,
terus melawan nasib yang tidak
pernah bisa mereka kalahkan

Mawar semakin memerah;
menancapkan durinya di tiap
jiwa yang tak lagi memiliki kata
untuk disimpan di tiap tangkainya
Kematian adalah cara paling indah
menikmati cinta secara sekaligus;
cara terbaik menipu diri dan semua
orang bahwa cinta abadi adalah
cinta yang dibawa hingga mati

Namun lidah api yang menyala
di antara dua keluarga terus
beterbangan bersama angin,
membakar batu-batu jalanan;
menelan setiap lembar mimpi,
memaksanya masuk ke dalam
ruang paling sunyi. Ubun-ubun
dipenuhi angan yang mendesak
malam memahami dalam diam

Adalah Rosaline, gadis semerah
mawar yang pertama tumbuh di
taman hati Romeo; bermekaran
indah memenuhi setiap jengkal
tanah yang mabuk menciumi
aroma wanginya. Menyeretnya
ke lembah kesunyian untuk bisa
mengukir keindahan hanya pada
angin dan gumpalan awan

Sedang Romeo, Ia pemuja mawar
yang tidak pernah tertarik pada
perang urat syaraf Capulet dan
Montegue yang saat itu bahkan
debu-debu pun ingin tahu. Bermimpi
menyelinap di antara angin ke
pesta Capulet untuk bisa melihat
keindahan: Rosaline sang pujaan
Ia pun datang menembus jalan

Di antara derap langkah kaki para
penari dan denting gelas yang
saling beradu, Romeo bertemu
Juliet; gadis Capulet yang percaya
bahwa cinta adalah takdir mereka
Pandangan pertama menyulut
api abadi, membakar mawar dan
kepingan malam; melahap sekam
yang menyala di detak jantung

Cinta terus menipu keduanya,
Melambungkan mimpi ke langit;
menitipkan angan di antara kerlip
bintang-bintang. Penyatuan
cinta mereka adalah jalan gelap
yang menyesatkan hingga
kematian datang menjemput dada
Meski mereka percaya cinta
telah menemukan keberaniannya

Mawar yang sedari tadi diam
di genggaman jatuh terserak
di antara sisa-sisa malam
Hembusan nafas mencoba
melepaskan jiwa dari segala
kesakitan. Rosaline; tetaplah
mawar meskipun tak ada lagi
yang memanggilnya demikian.

10/11/19


Oleh: Annur Aliyyu

Tags:
Previous Article
Next Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *