LOADING

Type to search

Tags:

SANTET

SANTET

Bagaikan bola api menendang dada
Panas sekujur tubuh seketika

Pandangan gelap penglihatan kelam
Kepala berat mual terasa

Punggung belakang  terasa tembus dada
Bahu memerah lebam memar serta

Kepanasan dalam kedinginan menjerit meriang
Gundah ketakutan meraung panjang

Malam kian larut rembulan terselubung kabut
Munajat terucap dari jiwa yang hampir maut

Merangkak mencari tawar sakit
yang tidak teraba oleh alat medis

Iktiar mengantar ke pengantar sembuh
Dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an

Dirajah bersama ritual kemenyan putih
air jeruk purut, dan  pucuk ingu

Beberapa titik nadir di rumahku, berada
liang-liang pertapaan benda kiriman mereka

Jarum jerami, benang panca warna
Tembikar, rambut beruban, tanah kuburan

Paku berkaratan seperca kain kafan

Pengambilannya  diiringi suara burung gagak tergelak
meongnya kucing hitam, lolongan anjing bersahutan

Cara di luar nalar jadi pilihannya
Seharusnya jalur damai mengatasi permasalahan

Dengan takdirMu aku terkapar tak berdaya
Berkat anugerah-Mu aku bisa berupaya

Ikhlas sarat ikhtiar sebagai pembelajaran
Memilah antara kawan dengan lawan

Bener Meriah, 28 September 2019


Oleh: Lasma Farida

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *