LOADING

Type to search

Tak Ada yang Abadi

Tak Ada yang Abadi

1.

Saat aku berdiri di depan telaga, kutatap pecah riak, bersama pecahnya cahaya senja yang kian pudar dan menjadi hitam.

Ada bulan di atas daun pohon di pinggiran pantai. 
Ia mulai dikurung oleh gelap.

2.

Kuukir nama di atas pasir yang basah. Sesaat ia terhapus, lagi-tertelan oleh jilatan samudra.

Lalu kulukiskan bayang di kaki bukit lewat jeritan 
tangisku: tumbuh lah pohon-pohon. Namun semuanya 
kembali sirna.

Di mana hati kan dapat berdiri? 
bila semua musim seperti ini?

Cibodas, Mei, 2012


Shiny.ane el’poesya Penulis manuskrip puisi 50.000 Ma'(w)ar🍷–, #Kotakcinta, Burung Kafir, Sains Puisi, etc. Penulis Cerpen “Matahari [ES 158]–”

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *