LOADING

Type to search

Masih

MASIH

Kuracik pagi dari campuran aroma kopi 
dan dingin angin bulan Juni

Kutuang pada cawan kenangan 
yang mampir saat jendela terbuka

Kuseduh dengan puisi 
yang mendidih terpanggang rindu
Masih saja namamu yang berlebur.

Selalu saja wajahmu yang melintas 
pada tepi ingatan
Dalam imaji, ilusimu menari.

Kugerek mimpi yang berkarat
Dalam harap terbang senyap

Namun gertak bayangmu selalu menyapa
Kau tak bisa hilang
Rasa itu masih mengejar.

Bandung, 20 Juni 2019


Oleh: Efi R Suwandy

Tags:
Previous Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *