LOADING

Type to search

Tags:

Jalanan berbatu

Jalanan berbatu

Jalanan berbatu pagi itu
Kuayunkan langkah satu demi satu
Mentari cerah memberi restu
padaku; yang menujumu

Hembusan angin mendesir di pelipis
Sesekali aku berhenti; meringis
Kuhela napas-napas panjang perlahan
Berharap terlepas segala beban

Pikiran berlarian kesana-kemari
Begitu banyak kejadian; 
tak dapat ku pahami
Apakah takdir selalu begini?
Tak butuh pengertian; 
cukup dijalani

Jalanan berbatu pagi itu
Kuayunkan langkah dengan terburu
Mentari cerah memberi restu
padamu; yang menungguku.

23/06/2019


Oleh: Annur Aliyyu

Perempuan asal Sukabumi yang belakangan tengah giat belajar menulis puisi; dimulai dari Haiku, Burdah, Puisi Naratif, dan sebagainya. Pernah terkesima dengan salah satu puisi hingga menangis tersedu-sedu di tahun 2019, dan akhirnya memutuskan untuk serius belajar menulis puisi.

Tags:
Previous Article
Next Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *