LOADING

Type to search

Menara di atas Rumah Tuhan

Menara di atas Rumah Tuhan

Kenapa hari mesti dihitung kalau sudah disepakati
Kenapa detik harus dilihat kalau sudah ditentukan 
Apakah karena kita semua adalah pelupa? 
kalau kita sama 

Kenapa hari mesti dikejar kalau ia sudah dimulai
Kenapa hari mesti dicari-cari kalau semua sudah dimulai
Atau kita, suka melihat awan-awan? 
sebelum melihat langit 
sebelum musim hujan 
sebelum terang hilang dan kembali lagi 
sayang?

Kenapa sayang? kita suka sekali dengan harapan?
Apa karena Tuhan itu pelupa? -dan ternyata kita tak begitu dekat 
Bukanankah aku sudah jatuh cinta?
Dan bagiku, itu anugrah yang tak akan pernah 
bisa kau kejar apalagi kau tinggalkan

Atau ini yang dikatakan oleh Tolstoy
kalau Tuhan tahu, tapi ia menunggu 
Dan kita pun menunggu 
waktu yang terus berputar yang
tidak pernah sesuai dengan hati kecil kita

Pada akhir paruh kedua abad 19 sebuah titik 
telah ditetapkan di Greenwich setelah satu abadnya 
dibicarakan di bawah jatuh ranting pohon apel 
di kepala Newton

Pada abad 20 Sir Einstein dalam sebuah film yang berjudul Einstein and Eddington digambarkan setengah lusuh dari tempat pacar gelapnya hampir tertabrak sebuah mini bus memperoleh Eureka

Pada abad 21 di atas rumah Tuhan dibangun sebuah menara jam 
Di tempat lain: di negara seperti China, Australia lepas dari perhitungan derajat GMT

Aku cuma ingin tanya satu hal sayang,
kita sudah sampai mana? 
atau masih sama saja ?
Tapi apa pun,
Aku akan tetap sama saja

Burung-burung tertahan
Kapas jatuh tertiup angin …

Sekarang jam 16:25 
Di sebuah kota (yang tak) hujan
Aku sedang rindu
Sambil mendengarkan Santana

    Bogor, SEPT 9


Shiny.ane el’poesya Penulis manuskrip puisi 50.000 Ma'(w)ar🍷–, #Kotakcinta, Burung Kafir, Sains Puisi, etc. Penulis Cerpen “Matahari [ES 158]–”

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *